JAKmove

Rapor mobilitas Jakarta yang dinilai bukan cuma dari halte dan rute, tapi dari pengalaman warganya sendiri. Dari rasa aman saat jalan kaki, kemudahan akses transportasi, sampai keberpihakan pada kelompok rentan.

5

Dimensi Data

29

Variabel Data

12

Sumber Data

2536

Record Data

Tentang Kami

JAKmove (Jakarta Mobility Experience Index) merupakan sebuah inisiatif independen yang mengukur kualitas mobilitas perkotaan di Jakarta secara holistik dan partisipatif. Berbeda dari pendekatan konvensional yang hanya menitikberatkan pada aspek fisik infrastruktur transportasi, JAKmove menghadirkan indeks yang mencerminkan pengalaman nyata warga dalam bermobilitas.

  • Mengukur melalui lima dimensi utama

    JAKmove mengintegrasikan dimensi yang komprehensif sehingga lebih menyeluruh.

  • Menggabungkan 12 sumber data beragam

    Menggunakan data dari Survei BPS seperti Sakernas dan Survei Komuter, data spasial dari Google Maps dan OSM, hingga crowdsourced insights. Pendekatan ini menjadikan analisis mobilitas yang kuantitatif, menangkap pengalaman, dan persepsi warga.

Dimensi Indeks

Dimensi Indeks

Indeks JAKmove disusun berdasarkan lima dimensi utama yang merefleksikan mobilitas secara holistik

Aksesibilitas Transportasi Publik

Mengukur sejauh mana warga dapat dengan mudah mengakses moda transportasi seperti TransJakarta, MRT, dan KRL dari tempat tinggal mereka.

Utilisasi & Efisiensi Sistem

Menilai seberapa optimal sistem transportasi digunakan, termasuk moda yang dipilih, waktu tempuh harian, dan kondisi lalu lintas.

Rasa & Respons Warga

Mencakup aspek subjektif seperti rasa aman, kenyamanan, serta kepuasan pengguna terhadap infrastruktur dan layanan transportasi.

Walkability &
Green Mobility

Menyoroti kualitas lingkungan untuk pejalan kaki dan pengguna sepeda, termasuk ketersediaan ruang hijau dan jalur ramah lingkungan.

Keseimbangan Sosial & Inklusivitas

Memastikan mobilitas dapat diakses oleh seluruh kelompok masyarakat, termasuk lansia, disabilitas, serta kelompok berpendapatan rendah.

Metodologi

JAKmove dibangun menggunakan pendekatan analisis faktor terhadap 15 indikator mobilitas yang dikelompokkan ke dalam lima dimensi utama. Skor akhir dinormalisasi agar bisa dibandingkan antar wilayah dan digunakan untuk analisis spasial dan kebijakan.

Baca Metodologi
Indeks per Kecamatan

Indeks per Kecamatan

Indeks JAKmove bantu mengidentifikan kecamatan mana yang paling mudah dijangkau, paling nyaman dilalui, dan mana yang masih butuh perhatian.

Cengkareng

Peringkat terbaik pertama dari seluruh kecamatan di Jakarta (Skor JAKmove: 78.59)

  • Unggul sempurna dalam walkability dan green mobility serta efisiensi sistem.
  • Skor tinggi pada rasa pengguna menandakan pengalaman warga yang memuaskan terhadap sistem transportasi.
  • Aksesibilitas transportasi publik masih perlu ditingkatkan.

Cakung

Peringkat terbaik kedua dari seluruh kecamatan di Jakarta (Skor JAKmove: 76.54)

  • Cakung unggul dalam kesetaraan sosial dan meraih skor tinggi dalam pengalaman pengguna dan walkability.
  • Wilayah ini cocok menjadi prioritas penguatan interkoneksi moda dan efisiensi sistem, guna mendukung potensi besarnya sebagai pusat mobilitas yang inklusif dan terintegrasi.

Duren Sawit

Peringkat terbaik ketiga dari seluruh kecamatan di Jakarta (Skor JAKmove: 76.38)

  • Mencatat skor sempurna dalam rasa dan kepuasan pengguna, serta sangat kuat di utilisasi sistem dan walkability.
  • Dimensi aksesibilitas dan kesetaraan sosial masih jadi pekerjaan rumah untuk menjangkau lebih banyak kelompok rentan.

Pulo Gadung

Peringkat terbaik keempat dari seluruh kecamatan di Jakarta (Skor JAKmove: 66.48)

  • Pulo Gadung menonjol dalam aksesibilitas transportasi publik, tetapi tertinggal dalam kesetaraan sosial dan rasa pengguna.
  • Ketersediaan infrastruktur belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi pengalaman yang nyaman dan adil bagi semua warga.
  • Intervensi berbasis rasa dan inklusi sangat dibutuhkan di wilayah ini.
Frequently Asked Questions

Frequently Asked Questions

Apa manfaat JAKmove bagi komunitas dan warga?

JAKmove membantu menunjukkan ketimpangan pengalaman mobilitas yang dirasakan warga. Komunitas bisa menggunakannya sebagai bahan advokasi agar pemerintah lebih peka terhadap kebutuhan transportasi, ruang terbuka, dan konektivitas lokal.

Bisakah JAKmove diadopsi untuk kota lain di Indonesia?

Bisa. Struktur JAKmove bersifat modular dan fleksibel. Kota lain dapat mengadaptasinya dengan menyesuaikan variabel lokal dan ketersediaan data, menjadikannya kerangka awal untuk Urban Mobility Index Indonesia.

Apakah JAKmove bisa berkontribusi pada capaian SDGs atau agenda global?

Ya. JAKmove sangat relevan dengan SDG 11 (kota berkelanjutan dan inklusif) dan sejalan dengan New Urban Agenda (UN-Habitat), terutama dalam mendorong mobilitas yang adil, berkelanjutan, dan berorientasi pada warga.

Apakah setiap dimensi JAKmove punya bobot yang sama?

Tidak selalu. Melalui Confirmatory Factor Analysis (CFA), ditemukan bahwa dimensi Aksesibilitas dan Rasa pengguna memberi kontribusi lebih tinggi terhadap variasi indeks dibanding dimensi lainnya.

Kenapa dimensi 'Rasa dan Respons Pengguna' penting?

Karena statistik resmi tidak menangkap rasa tidak aman atau pengalaman buruk warga. Dengan scraping ulasan dan rating publik, dimensi ini mencerminkan kualitas pengalaman pengguna secara langsung.